REKONSTRUKSI SISTEM HUKUM INDONESIA[1] By: Abi Khalisa[2]

Akhir-akhir ini  tepatnya bulan November banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan tentang bobroknya system hokum di Indonesia dan telah gagal total dalam penegakkan hokum. Diantaranya adalah kasus perseturan komisi pembrantsan korupsi (KPK) dengan POLRI atau yang sering digambarkan Cicak VS Buaya, banyaknya makelar kasus (markus-markus) dalam lembaga penegak hokum itu sendiri yang sudah gila-gilaan dan hampir mustahil untuk diberantas . Belum lagi dengan kasus bank Century yang diduga pelakunya adalah para pejabat tinggi Negara itu sendiri yang sampai saat ini masih  duduk santai  dan tersenyum di kursi jabatannya, seperti yang diungkapkan amin rais dalam acara today’s dialog (selasa 1 Desember  2009)  bahwa ada kekuatan besar di belakang mereka sehingga mereka terpaksa melakukan skandal bank century tersebut begitu juga dengan pernyataan Kwek Kien Gea yang hampir sama dengan Amin Rais.

Sementara kasus – kasus kecil seperti pencurian 3 buah kakao dan sebuah semangka tetap dibawa ke persidangan dengan cepat disidangkan dalam waktu yang singkat  langsung menjebloskan pelakunya ke dalam penjara. Hal itu menunjukkan bahwa hokum di Indonesia tidak jelas karena  maling-maling kecil dihakimi sedangkan  maling- maling besar dibiarkan berkeliaran.

Perubahan Sistem Hokum

Melihat kebobrokan dan kegagalan system hokum itu , sebagian pihak menawarkan reformasi hokum yang ada, padahal sesungguhnya yang dibutuhkan adalah pergantian system hokum secara total. Dan kalau kita kaji ke belakang sejak Indonesia “merdeka” sistem hokum yang diterapkan di Negara ini bukanlah sistem islam yang ditandai dengan pencabutan kalimat “ menjalankan syariat islam bagi pemeluknya “ pada sila pertama pancasila sebagai dasar Negara. Oleh karena itu sistem hokum Indonesia sekarang wajib dig anti dengan sistem hokum islam secara total dan menyeluruh

Setidaknya ada dua alasan kenapa sistem hokum islam harus diganti  yaitu :

  1. Alasan Normative, yaitu sistem hokum sekarang pada dasarnya bertentangna dengan syariah
  2. Alasan Empris, yaitu sistem hokum sekarang telah bobrok dan gagal melakukan penegakan hokum sehingga tidak dapat memanusiakan manusia dengan banyaknya ketidak adilan di Negara ini

Secara normative dapat ditegaskan menerapkan hokum islam adalah wajib  dan sebaliknya menerapkan hokum-hukum yang bukan islam adalah haram. Pada hakikatnya sistem hokum di Indonesia adalah  warisan penjajah belanda yang kafir . walaupun hokum islam menjadi bagian dari sistem itu , tapi itu merupakan   sebagian kecil saja. Yang dominan adalah hokum penjajahan . kitab undang-undang hokum pidana (KUHP) misalnya adalah warisan penjajah Belanda yang aslinya adalah wetboek van strafreaht. Menerapakan KUHP adalah haram hukumnya sebaba KUHP bukan hokum islam . Allah SWT. Berfirman :

Artinya :

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. ( QS:An-Nisa : 65).

Ayat diatas menegaskan bahwa umat islam tidaklah dinggap beriman secara benar sampai berhokum pada hokum islam yang dibawa Rasulullah SAW. Maka  dari itu berhukum dengan  hokum islam adalah wajib sedangkan hokum-hukum penjajah  buatan manusia adalah wajib di tolak dan tidak boleh diterapakan.

Secara empris sistem hokum Indonesia telah gagal total dalam penegakan hukum . indikasinya adalah  dibiarkannya para koruptor berkeliaran atau banyakanya mafia peradilan seperti anggodo yang sampai sekarang masih bebas dan belum dibawa ke persidangan padahal sudah jelas ada dugaan keterkaitan beliau dalam percakapan dengan para pejabat pmerintah dalam masalah anggoro sebagai tersangka korupsi yang dibuktikan dengan pemutaran rekaman percakapan di mahkamah konstitusi. Begitu juga dengan adanya rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK  yang bibuktikan dengan berdasarkan saksi williardi wizard di persidangan kasus Antasari Azhar.

Akibat dari sistem hokum di Indonesia banyak sekali masyarakat merasa frustasi ketika berusaha mendapatkan keadilan , ditambah lagi ruetnya / berbelit-belitnya proses hokum yang berlaku hinga menyebabkan ribuan kasus tertunda dan mengantri di pengadilan tinggi dan mahkamah agung. Padahal kadang-kadang sudah di vonis akan tetapi masih bisa mangajukan banding  ke pengadilan tinggi.realitas semacam ini akan mendorong pelaku kejahatan yang mengerti seluk beluk hokum dan sistem peradilan untuk melakukan kejahatannya kembali. Dan sementara yang tidak tau apa – apa bayak yang dijebloskan ke penjara  dengan alasan kecurigaan saja misalnya dianggap teroris. Sedangkan dalam sistem islam seseorang tidak dapat dianggap bersalah sampai bisa dibuktikan kesalahannya , sehinga tidak ada alasan untuk memasukkannya kedalam penjara.

Khatimah

Jelaslah sudah bahwa sistem hokum di Indonesia harus diganti secara total dengan sistem hokum islam dengan kata lain solusi islam terhadap sistem hokum Indonesia yang nyata-nyata tioak islami dan gagal dalam penegakakn hokum adalah melakukan perubahan dengan jalan taghir (perubahan total) baik dia merubah struktur, substansi maupun kultur hukumnya ,bukan hanya  sekedar perbaikan /perubahan parsial alias reformasi. Dan dengan perubahan sistem hokum ini  akan berjalan seiring dengan perubahan sistem social lainnya yang juga berubah menjadi sistem islami mi seperti lahirnmya sistem pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan islam. Untuk mengawal perubahan ini , harus ada upaya untuk memantapkan asa kehidupan islam, yaitu aqidah islamiyah  serta membersihkan benak umat dari ide asing yang mengaburkan aqidah islam yaitu sekulerisme beserta kroni-kroninya yang bertentangan dengan islam dan jalan yang paling praktis dalam menerapkan hokum-hukum Allah adalah dengan menegakkan daulah khilafah islamiyah dibawah pimpinan sang khalifah  .dan tanpa danya daulah ini tidk akan terjadi perubahan system hokum di Indonesia . Wallohu A’lam Bi Shawab.


[1] Disampakian dalam HS Desember 2009

[2] Mumammad Ali Rukun, ST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: