Kondomisasi 100% untuk HIV/AIDS: Solusi Rusak Titipan Barat Buah Sekularisme Mengancam Generasi

Tahukah Anda, ternyata solusi-solusi rusak dari peradaban kapitalisme sekularisme tiada henti dipaksakan ke negeri-negeri Muslim. Sebut saja, solusi untuk penanggulangan HIV/AIDS melalui kondomisasi 100%. Solusi tersebut, bukannya memberantas malah melegalkan perzinahan yang akan mengundang murka dari Yang Mahakuasa. Peringatan Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember merupakan momentum rutin yang digawangi UNAIDS untuk mempopulerkan program global penanggulangan HIV AIDS.

Dengan dalih untuk mengatasi laju epidemi HIV/AIDS yang telah mengancam nyawa manusia, UNAIDS menyeru Negara- Negara anggota untuk melaksanakan program penanggulangan HIV AIDS AIDS melalui kondomisasi 100%, dan harm reduction yang meliputi substitusi metadon (narkoba turunan heroin), pembagian jarum suntik steril serta hidup sehat dengan ODHA.

Solusi Keliru, Mengapa Dijalankan?
Kebijakan Penanggulangan HIV-AIDS di Dunia dan Indonesia yang keliru dan bahaya terus digelorakan. Diantara program-program yang masuk dalam area pencegahan pada Strategi Nasional Penanggulangan HIV-AIDS adalah: kondomisasi, Subsitusi Metadon, Pembagian Jarum Suntik Steril dan Hidup sehat bersama ODHA. Program-program ini secara hakiki ternyata tidaklah mampu menghilangkan penyebaran HIV/AIDS, bahkan berpotensi untuk mempertahankan keberadaan penyebaran virus ini tetap ada di sekeliling kita.

Penanggulangan HIV/AIDS kondomisasi, Subsitusi Metadon, Pembagian Jarum Suntik Steril dan Hidup sehat bersama ODHA, sebenarnnya tidak realistis dan tidak rasional. Paradigma yang dibangun adalah paradigma sekuler yang menjauhkan kehidupan dunia dari agama dan liberal yang menjadikan kebebasan individu. Termasuk di dalamnya kebebasan seksual dan tindakan penyalahgunaan NAPZA. Kepedulian tersebut tidak akan pernah menyelesaikan masalah HIV/AIDS, karena tidak memberantas tuntas penyebab penting dari merebaknya HIV/AIDS yaitu perilaku seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA.

Sangatlah jelas program penanggulangan tersebut lahir dari paradigma liberal yang mengandung racun berbahaya, karena telah membiarkan serta memfasilitasi seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Sehingga wajar jika jumlah pengidap HIV/AIDS bukannya menurun, tapi justru semakin meningkat dan merajalela. Terbukti pada bulan Juni 2009 pengidap HIV AIDS di Indonesia mencapai 17. 699 orang yang menyebar di seluruh provinsi. Bahkan saat ini, Indonesia terkatogi Negara dengan laju penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Asia.

Akar Merebaknya AIDS/HIV

Harus diingat, bahaya HIV/AIDS yang saat ini mengancam generasi muda lantaran maraknya gaya hidup bebas yang berkedok HAM dan Demokrasi. Bagi mereka yang beriman, akan disadari bahwa munculnya HIV/AIDS ini tidak lepas dari peringatan Allah SWT karena kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, sesuai yang tercantum dalam Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidaklah kekejian (perzinaan) mencul pada suatu kaum dan mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan muncul berbagai wabah dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka…” (HR. Ibnu Majah)

Anehnya, kerusakan dari solusi liberalisme tersebut ditelan mentah-mentah oleh berbagai pihak. Alih-alih negeri Muslim mengambil solusi Islam untuk menghentikan kerusakkan ini dengan memberantas pergaulan bebas dan perzinahan, yang terjadi malah ikut serta agenda kafir barat yang penuh bahaya tersebut.

Generasi Muslim hari ini benar-benar berada dalam cengkraman bahaya akibat sekularisme kapitalisme yang digelorakan oleh para pengagumnya. Perusakkan generasi tersebut dilakukan mulai dari hiburan, perusakkan keluarga Muslim, pakaian ala barat hingga kesenangan dan idola yang salah. Generasi kita juga telah sengaja disibukkan dalam kontes-kontes maksiyat. Sementara dalam aspek pendidikan, sistem sekularisme baik melalui kurikulum atau kegiatan yang mengatasnamakan kegiatan sekolah telah mencabut identitas muslim dari generasi kita. Dalam bidang sosial, solusi kondomisasi 100% yang dikampanyekan oleh para penggemar maksiyat memperlihatkan dengan jelas solusi rusak yang mengancam generasi kita.

Buang Solusi Rusak, Ambil Solusi Islam

Sudah saatnya ummat memahami dengan terang, bahwa tidak ada kebaikan sedikitpun dari sistem sekularisme liberalisme yang mengatasnamakan HAM dalam menanggulangi HIV/AIDS, bahkan dibalik semua itu semakin menjerumuskan ummat ke dalam jurang kehinaan dan kemusnahan. Oleh karena itu, diperlukan segera upaya pencerdasan terhadap ummat untuk menyelamatkan generasi dari bahaya merajalelanya HIV/AIDS dan liberalisasi seks serta ancaman genosida.

Satu-satunya solusi bagi kaum Muslim dan negeri ini adalah kembali kepada tatanan sistem Islam yang berasal dari Tuhan Pencipta Manusia dan Alam Raya ini. Sistem inilah yang akan diterapkan oleh Khilafah untuk menyelamatkan generasi dari ancaman kerusakkan. Islam telah memberikan panduan jelas dalam tananan sistem sosial dan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Lalu, masihkah diantara kita percaya pada solusi-solusi palsu liberalisme. Tentu, tidak! Hanya orang yang gemar bermaksiyat saja yang mengingkan keruskkan itu.

Untuk itu, bagi siapa pun yang cerda dan berakal, sudah saatnya dunia beralih ke sistem kehidupan Islam, yaitu Khilafah Islam, sistem yang membebaskan manusia dari rasa takut, sistem pelindung masyarakat dari ancaman senjata biologis dan kuman rekayasa AS. Sistem yang mampu membebaskan generasi dari ancaman HIV/AIDS, karena sifatnya sebagai sistem kehidupan yang berasal dari Allah Swt, Rabb Yang Mahatahu. Insya Allah, Khilafah itu tidak akan lama lagi hadir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: